Malaysia Kembali Bajak Lagu Indonesia, How far will it go? |
![]() |
|
![]() ![]() |
Malaysia Kembali Bajak Lagu Indonesia, How far will it go? |
Oct 26 2007, 07:39 AM
Post
#1
|
|
|
AF Addict Group: Members Posts: 941 Joined: 21-October 05 From: Czech Republic |
Di Osaka, Malaysia Kembali Bajak Lagu Indonesia
[TOKYO] Malaysia kembali membajak lagu Indonesia dalam sebuah festival di Osaka, Jepang. Konsulat Jenderal RI di Osaka melayangkan surat protes kepada Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, menyusul penggunaan kembali lagu daerah Indonesia dalam acara Asia Festival 2007 yang berlangsung di Osaka pada pertengahan Oktober lalu. Konsul Jenderal RI Pitono Purnomo mengemukakan hal itu kepada Antara di Tokyo, Kamis (25/10), ketika dikonfirmasi mengenai aksi "pembajakan" tersebut. "Kami sudah mengirimkan surat protes kepada pihak Malaysia namun belum ada respon sama sekali dari mereka," katanya. Pihak Konsulat juga sudah melakukan koordinasi dengan pejabat Departemen Luar Negeri RI di Jakarta serta petinggi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, termasuk Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kuala Lumpur. "Surat protes ini penting sebagai peringatan keras terhadap Malaysia agar tidak lagi sembarangan menggunakan lagu-lagu Indonesia. Kejadian ini nanti bisa diartikan negatif, misalnya seperti menantang Indonesia," ujarnya. Oleh sebab itu, katanya, pihak konsulat buru-buru mengirimkan surat peringatan agar Malaysia bisa menahan diri agar hubungan kedua bangsa menjadi semakin memburuk. Terlebih kedua negara merupakan tetangga yang dekat. Lebih jauh Pitono menjelaskan bahwa sebetulnya Indonesia tidak mempermasalahkan penggunaan la- gu-lagu Indonesia oleh ne-gara lain, asalkan secara jujur memberikan penje- lasan yang lengkap bahwa lagu tersebut berasal dari Indonesia. "Kami sebetulnya bangga juga kalau lagu Indonesia diperkenalkan oleh pihak lain, tetapi bukan begitu caranya," katanya lagi. Pitono menegaskan kesengajaan pihak Malaysia mengubah sebagian lirik dan aransemen lagu dapat mengakibatkan penonton beranggapan bahwa keseluruhan penampilan baik musik dan tarian tersebut adalah tari dan musik dari Malaysia. Asal Sumbar Menurut informasi yang diperoleh, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu. Salah seorang staf konsulat Jenderal Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan tim kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu Indang Sungai Garinggiang. Sebelum dan sesudahnya pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal dari Indonesia. Guna memastikan, pihak konjen RI Osaka menghubungi berbagai pihak di Jakarta dan juga tokoh-tokoh masyarakat asal Sumatera Barat dan diperoleh kepastian bahwa pencipta lagu Indang Sungai Garinggiang adalah Tiar Ramon, seniman musik dan penyanyi asal Sumbar pada tahun 1981. "Memang sang penciptanya sudah meninggal, tetapi semua data-data yang kita miliki sudah cukup kuat untuk bisa memperingati Malaysia," kata seorang warga Minang yang tinggal di Osaka. Menurut keterangannya, lagu itu diciptakan atas permintaan Pemda Sumbar untuk digunakan sebagai musik pengiring "Tari Indang". Lagu itu diperkenalkan pertama kali dipertunjukkan secara nasional pada upacara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional di Padang pada tahun 1983. Berdasarkan semua data itulah Konsul Jenderal Osaka, Pitono Purnomo menyurati Azhari Haron, Direktur Malaysian Tourism Office juga di Osaka pada 19 Oktober 2007 untuk memberikan penjelasan yang selengkapnya atas penggunaan lagu itu. Tembusan surat juga dilayangkan ke pihak penyelenggara festival FM Cocolo guna mengerti persoalannya dengan memberikan penjelasan yang lengkap. Sebelumnya lagu daerah asal Maluku Rasa Sayange juga dibajak oleh negara tetangga itu yang semakin menyulut sentimen bangsa Indonesia, menyusul serangkaian perlakukan buruk dan meremehkan warga negara Indonesia yang bermukim di Malaysia. [Ant/U-5] -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 26/10/07 |
|
|
|
Oct 26 2007, 07:42 AM
Post
#2
|
|
|
AF Supreme Group: Members Posts: 12,135 Joined: 29-September 04 From: Tropical island |
I was about to post the same news too, Bo.
Yeah bener2 mrk gatau malu! btw, this reminds me in 1990's when we joined international choir competition, Malingsia was gonna use "Yamko Rambe Yamko" (Papuan) as their 'folksong'! This post has been edited by furansizuka: Oct 26 2007, 07:47 AM |
|
|
|
Oct 26 2007, 07:49 AM
Post
#3
|
|
|
AF Pro Group: Members Posts: 2,810 Joined: 9-January 06 From: J-Town |
wtf??? that is so stupid?
btw, this thread already opened in Malaysian chat... |
|
|
|
Oct 26 2007, 08:11 AM
Post
#4
|
|
|
AF Supreme Group: Members Posts: 12,135 Joined: 29-September 04 From: Tropical island |
biarin ajah ada disana, kalo perlu diumumkan ke semua chat!
|
|
|
|
Oct 26 2007, 09:16 AM
Post
#5
|
|
|
AF Fan Group: Members Posts: 34 Joined: 26-October 07 From: K.LUMPUR |
QUOTE(furansizuka @ Oct 26 2007, 08:11 AM) [snapback]3286987[/snapback] biarin ajah ada disana, kalo perlu diumumkan ke semua chat! Setiap persoalan ada penyelesaiannya. Gunakanlah segala ilmu melalui falsafah akal yang benar. Zaman Rasullullah dulu tidak ada buku yang bertajuk Psikologi atau Sosiologi dan sebagainya tetapi Baginda Rasullullah mampu membina kecemerlangan tamadun manusia. Apakah dengan membakar bendera, boleh menyelesaikan persoalan ? Apakah dengan pertengkaran dan permusuhan boleh menyelesaikan persoalan ? Di manakah letaknya kebijaksanaan kita sesuai dengan akal yang Allah anugerahkan ? Setiap kebaikan ada kejahatannya, setiap kejahatan ada kebaikannya dan setiap keindahan itu ada keburukannya, setiap keburukan itu ada keindahannya. Di dalam Al-Qur'an pun telah tertulis bahawa dalam kemudahan itu ada kesukaran dan dalam kesukaran itu ada kemudahan. Insaflah wahai sahabat semua tanpa mengira apapun pangkat dan jawatan di dunia ini dengan mencari resolusi terbaik melalui musyawarah atau pemuafakatan yang matang. Tak guna bermegah di dunia tapi hina di akhirat ! Tak guna kaya di dunia tapi miskin di akhirat ! Fikirlah - apakah perjuangan sebenar kita di dunia ini yang mampu meningkatkan darjat kita disisi Allah sehingga lah ke akhirat. Apakah kematian kehidupan ? dan apakah kehidupan kematian ? JANGAN KERANA NILA SETITIK HABIS SUSU SEBELANGA ! JANGAN KERANA NYAMUK SEEKOR HABIS KELAMBU DI BAKAR ! Apakah membakar bendera itu budaya indonesia ? Apakah dengan mengatakan 'GANYANG MALINGSIA' itu budaya Indonesia ? Tunjukkan ketinggian budaya Indonesia seandainya Indonesia benar-benar indah budayanya ! Tunjukkan bukti bahawa Indonesia memiliki pekerti yang mulia kalau terlalu megah dengan budayanya ! Saya katakan setiap kebaikan ada kejahatan, setiap kejahatan ada kebaikan maksudnya setiap perkara yang kita lihat baik harus diteltii kalau mungkin ada niat dan tindakan yang tidak baik disebaliknya. Begitu juga perkara yang dilihat jahat harus diteliti falsafah disebaliknya - apakah kejahatan yang dilihat itu terlalu kejam sehingga tiada langsung kebaikan yang terselit ? Kalau kita kaji secara mendalam, banyak juga unsur budaya Malaysia yang di ciplak oleh Indonesia malah begitu juga yang berlaku dalam bidang pendidikan tetapi rakyat Malaysia tidak bising kerana kita dirumuskan sebagai bangsa yang serumpun. Lihatlah berapa banyak bantuan yang telah diberikan oleh Malaysia termasuk pelajar-pelajar yang mencari ilmu di Malaysia. Begitu juga pelajar-pelajar yang berada di Indonesia. Jadi kenapa harus timbul sengketa bagaikan kehilangan para ilmuan ! Bagaikan kehilangan para cendikiawan ! Biar hilang sahabat, jangan hilang akal ! Biar hilang kekasih, jangan hilang akal ! Biar hilang wang, jangan hilang akal ! Biar hilang isteri, jangan hilang akal ! Masih banyak lagi yang boleh kita biarkan hilang tapi jangan hilang akal ! Budaya itu berasal dari perkataan budi dan daya - FIKIRLAH !!! |
|
|
|
Oct 26 2007, 09:23 AM
Post
#6
|
|
|
AF Geek Group: Members Posts: 101 Joined: 8-November 06 From: Pontianak, Kalbar, ID |
QUOTE(abang @ Oct 26 2007, 09:16 PM) [snapback]3287059[/snapback] Setiap persoalan ada penyelesaiannya. Gunakanlah segala ilmu melalui falsafah akal yang benar. Zaman Rasullullah dulu tidak ada buku yang bertajuk Psikologi atau Sosiologi dan sebagainya tetapi Baginda Rasullullah mampu membina kecemerlangan tamadun manusia. Apakah dengan membakar bendera, boleh menyelesaikan persoalan ? Apakah dengan pertengkaran dan permusuhan boleh menyelesaikan persoalan ? Di manakah letaknya kebijaksanaan kita sesuai dengan akal yang Allah anugerahkan ? Setiap kebaikan ada kejahatannya, setiap kejahatan ada kebaikannya dan setiap keindahan itu ada keburukannya, setiap keburukan itu ada keindahannya. Di dalam Al-Qur'an pun telah tertulis bahawa dalam kemudahan itu ada kesukaran dan dalam kesukaran itu ada kemudahan. Insaflah wahai sahabat semua tanpa mengira apapun pangkat dan jawatan di dunia ini dengan mencari resolusi terbaik melalui musyawarah atau pemuafakatan yang matang. Tak guna bermegah di dunia tapi hina di akhirat ! Tak guna kaya di dunia tapi miskin di akhirat ! Fikirlah - apakah perjuangan sebenar kita di dunia ini yang mampu meningkatkan darjat kita disisi Allah sehingga lah ke akhirat. Apakah kematian kehidupan ? dan apakah kehidupan kematian ? JANGAN KERANA NILA SETITIK HABIS SUSU SEBELANGA ! JANGAN KERANA NYAMUK SEEKOR HABIS KELAMBU DI BAKAR ! Apakah membakar bendera itu budaya indonesia ? Apakah dengan mengatakan 'GANYANG MALINGSIA' itu budaya Indonesia ? Tunjukkan ketinggian budaya Indonesia seandainya Indonesia benar-benar indah budayanya ! Tunjukkan bukti bahawa Indonesia memiliki pekerti yang mulia kalau terlalu megah dengan budayanya ! Saya katakan setiap kebaikan ada kejahatan, setiap kejahatan ada kebaikan maksudnya setiap perkara yang kita lihat baik harus diteltii kalau mungkin ada niat dan tindakan yang tidak baik disebaliknya. Begitu juga perkara yang dilihat jahat harus diteliti falsafah disebaliknya - apakah kejahatan yang dilihat itu terlalu kejam sehingga tiada langsung kebaikan yang terselit ? Kalau kita kaji secara mendalam, banyak juga unsur budaya Malaysia yang di ciplak oleh Indonesia malah begitu juga yang berlaku dalam bidang pendidikan tetapi rakyat Malaysia tidak bising kerana kita dirumuskan sebagai bangsa yang serumpun. Lihatlah berapa banyak bantuan yang telah diberikan oleh Malaysia termasuk pelajar-pelajar yang mencari ilmu di Malaysia. Begitu juga pelajar-pelajar yang berada di Indonesia. Jadi kenapa harus timbul sengketa bagaikan kehilangan para ilmuan ! Bagaikan kehilangan para cendikiawan ! Biar hilang sahabat, jangan hilang akal ! Biar hilang kekasih, jangan hilang akal ! Biar hilang wang, jangan hilang akal ! Biar hilang isteri, jangan hilang akal ! Masih banyak lagi yang boleh kita biarkan hilang tapi jangan hilang akal ! Budaya itu berasal dari perkataan budi dan daya - FIKIRLAH !!! WHY DO YOU HAVE TO COPY AND PASTE THE SAME THING IN EVERY CHAT?? oh yeah i forgot.. it's typical malingsians who don't have any creativity :p This post has been edited by destoyasoy: Oct 26 2007, 09:26 AM |
|
|
|
Oct 26 2007, 09:29 AM
Post
#7
|
|
|
AF Fan Group: Members Posts: 34 Joined: 26-October 07 From: K.LUMPUR |
QUOTE(destoyasoy @ Oct 26 2007, 09:23 AM) [snapback]3287071[/snapback] WHY DO YOU HAVE TO COPY AND PASTE THE SAME THING IN EVERY CHAT?? oh yeah i forgot.. it's typical malingsians who don't have any creativity :p Manusia yang tidak faham ilmu dan falsafah akal akan luntur budayanya dan kata-katanya bagaikan tikus membaiki labu ! |
|
|
|
Oct 26 2007, 09:56 AM
Post
#8
|
|
|
AF Fan Group: Members Posts: 34 Joined: 26-October 07 From: K.LUMPUR |
QUOTE(destoyasoy @ Oct 26 2007, 09:23 AM) [snapback]3287071[/snapback] WHY DO YOU HAVE TO COPY AND PASTE THE SAME THING IN EVERY CHAT?? oh yeah i forgot.. it's typical malingsians who don't have any creativity :p Fikiran yang disemai, Tindakan yang dituai, Tindakan yang disemai, Tabiat yang dituai, Tabiat yang disemai, Peribadi yang dituai, Peribadi yang disemai, Nasib yang dituai. |
|
|
|
Oct 26 2007, 10:07 AM
Post
#9
|
|
|
AF Fan Group: Members Posts: 34 Joined: 26-October 07 From: K.LUMPUR |
QUOTE(destoyasoy @ Oct 26 2007, 09:23 AM) [snapback]3287071[/snapback] WHY DO YOU HAVE TO COPY AND PASTE THE SAME THING IN EVERY CHAT?? oh yeah i forgot.. it's typical malingsians who don't have any creativity :p Ekspresi estetika yang mempersoalkan manusia, kebudayaannya, pemikiran dan proses pembentukan sesebuah bangsa. Setinggi-tinggi harapan agar kita tidak menjadi seperti seorang perempuan yang inginkan emas dan berlian tetapi suaminya miskin namun kerana desakan keinginan itu si perempuan melacurkan diri. Akhirnya emas dan berlian diperolehi tetapi kehormatan diri hilang malah diceraikan suami. Kemana lagi dia hendak kembali ? Kepercayaan suami telah habis dan kehormatan yang hilang tidak dapat dicari lagi. |
|
|
|
Oct 26 2007, 10:12 AM
Post
#10
|
|
|
AF Fan Group: Members Posts: 35 Joined: 10-October 07 From: Mangun Swamp |
^^^ What am I supposed to say? Ha ha..
This post has been edited by doeljengki: Oct 26 2007, 10:15 AM |
|
|
|
Oct 26 2007, 10:23 AM
Post
#11
|
|
|
AF Fan Group: Members Posts: 34 Joined: 26-October 07 From: K.LUMPUR |
QUOTE(doeljengki @ Oct 26 2007, 10:12 AM) [snapback]3287113[/snapback] ^^^ What am I supposed to say? Ha ha.. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan - setiap bangsa memiliki kehebatan dan kepincangan - setiap warga memiliki ketinggian dan kehancuran ! |
|
|
|
Oct 26 2007, 11:53 AM
Post
#12
|
|
|
AF Fan Group: Members Posts: 34 Joined: 26-October 07 From: K.LUMPUR |
QUOTE(doeljengki @ Oct 26 2007, 10:12 AM) [snapback]3287113[/snapback] ^^^ What am I supposed to say? Ha ha.. Walau apa pun saya tetap bangga dengan kejayaan warga Malaysia yang telah sampai ke ISS dan Menteri Pelajaran Malaysia telah mendapat pengiktirafan di UNESCO |
|
|
|
Oct 26 2007, 11:56 AM
Post
#13
|
|
|
AF Guru Group: Members Posts: 4,180 Joined: 19-June 05 From: SoCal |
haha good to know that the Jenderal RI is taking action, it's about time! yeah we know people make mistake but they should know better by now, we Indonesian Are not stupid to not notice.
This post has been edited by XxRyoChanxX: Oct 26 2007, 11:57 AM |
|
|
|
Oct 27 2007, 12:48 AM
Post
#14
|
|
|
AF Fan Group: Members Posts: 34 Joined: 26-October 07 From: K.LUMPUR |
QUOTE(XxRyoChanxX @ Oct 26 2007, 11:56 AM) [snapback]3287204[/snapback] haha good to know that the Jenderal RI is taking action, it's about time! yeah we know people make mistake but they should know better by now, we Indonesian Are not stupid to not notice. YA ! ORANG INDONESIA MEMANG PANDAI ! PANDAI MELAKUKAN 'APA SAJA' DEMI MENCARI SESUAP NASI !!! |
|
|
|
Oct 27 2007, 12:51 AM
Post
#15
|
|
|
AF Guru Group: Members Posts: 4,180 Joined: 19-June 05 From: SoCal |
QUOTE(abang @ Oct 27 2007, 12:48 AM) [snapback]3287843[/snapback] YA ! ORANG INDONESIA MEMANG PANDAI ! PANDAI MELAKUKAN 'APA SAJA' DEMI MENCARI SESUAP NASI !!! Sorry I don't understand what you just said, can you please say it in INDONESIAN. |
|
|
|
Oct 27 2007, 03:09 AM
Post
#16
|
|
|
AF Pro Group: Members Posts: 1,433 Joined: 4-September 04 |
Wasn't the lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' a ciplakan from a Dutch song that was popular in the 1920' s ?
The song was called 'Pinda Pinda Lekka Lekka'. If you listen to both there is a strong similarity. |
|
|
|
Oct 27 2007, 03:32 AM
Post
#17
|
|
|
AF Geek Group: Members Posts: 101 Joined: 8-November 06 From: Pontianak, Kalbar, ID |
QUOTE(londoh @ Oct 27 2007, 03:09 PM) [snapback]3287932[/snapback] Wasn't the lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' a ciplakan from a Dutch song that was popular in the 1920' s ? The song was called 'Pinda Pinda Lekka Lekka'. If you listen to both there is a strong similarity. Malaysia ciplak every single thing from other countries.. The flag ciplak from usa, The national anthem ciplak from terang bulan indonesia, even the country's official name ciplak the 'sia' word at the end from indoneSIA, as we got the independence earlier. This post has been edited by destoyasoy: Oct 27 2007, 03:33 AM |
|
|
|
Oct 27 2007, 04:46 AM
Post
#18
|
|
|
AF Guru Group: Members Posts: 4,013 Joined: 12-July 05 From: Javadvipa Jaya |
QUOTE(londoh @ Oct 27 2007, 03:09 AM) [snapback]3287932[/snapback] Wasn't the lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' a ciplakan from a Dutch song that was popular in the 1920' s ? The song was called 'Pinda Pinda Lekka Lekka'. If you listen to both there is a strong similarity. Really...? that news to me. Care to share the uploaded link...? Back in 60's an European composer (I forgot his name) being tasked by Sukarno to gave Indonesia Raya orchestra symphony style, and he notice that somehow Indonesia Raya has same "anima" (style and musical spirit) with "La Marseillaise" French National anthem. It does not means that Wage Rudolf Supratman's Indonesia Raya is copycat, but have similar soul. Speking of inspiring, Oh yeah... R Surarto, an Indonesian composer used "La Marseillaise" opening tune in the song "Dari Sabang Sampai Merauke". The rest is different tune, but nicely blend with the rest of the song. Well at least we acknowledge that this song tune is inspired by French Hymne. Next, Fariz RM song "Sakura" using a little opening tune of traditional Japanese koto performance describing fallen Sakura petals. This song describe the blossoming romance, longing and of lost love, and passion in Japan and the beauty of Japan. And the composer honestly admitted the song was influenced by Japanese culture. What I'm trying to say is, influencing and inspired (not total copycat) across culture and nations boundary is common thing, but at least do it in nice, polite, legal, and elegant way. With accordance to ethics, acknowledge the source, gave the credit to the source, etc. Not claim it as "solely" their creation and claim its "legal right". This post has been edited by Majapahitans: Oct 27 2007, 04:48 AM |
|
|
|
Oct 27 2007, 05:15 AM
Post
#19
|
|
|
AF Pro Group: Members Posts: 1,433 Joined: 4-September 04 |
Mas Maja,
There have been a few controverses about the Pinda Pinda Lekka Lekka song and Indonesia Raya since years. I was quite astonished when I first heard that (in Indonesia) http://www.google.com/search?hl=nl&q=p...ng_id%7Clang_nl Indeed, Soekarno asked Jos Cleber a Dutch orchestra leader who worked at that time for RRI in Jakarta to make a more swinging orchestration of Indonesia Raya, he thougt a lagu kebangsaan for only piano (or violin) boring. Actually You made a good point with “influencing and inspiration”. |
|
|
|
Oct 27 2007, 08:05 AM
Post
#20
|
|
|
AF Guru Group: Members Posts: 4,180 Joined: 11-March 04 From: nowhere |
QUOTE(abang @ Oct 26 2007, 09:29 AM) [snapback]3287074[/snapback] Manusia yang tidak faham ilmu dan falsafah akal akan luntur budayanya dan kata-katanya bagaikan tikus membaiki labu ! same thing is required to malaysia. if malaysia thinks it has high culture, then show it! don't use other nation's if malaysia is proud with its culture, arts, creation, show it, use it..not other nation's well, i believe anything has an end, but for this thing.. will this even end? |
|
|
|
![]() ![]() |
| Lo-Fi Version | Time is now: 19th June 2013 - 05:40 PM |