christian sugiono: panggil saya christian Caption: "Di Indonesia dibilang bule, di Jerman dipanggil asia," aku Christian.
“Tentu saja saya senang, pasalnya karya saya diapresiasi orang. Tapi lebih dari itu saya bangga karena orang mengenal saya lewat kerja saya, sebagai Christian Sugiono. Bukan sebagai pacar Titi Kamal,” tutur Christian tenang.
kalau saja artis ganteng yang beken lewat film Jomblo, Christian Sugiono (25), memutuskan menetap di Jerman usai kuliah awal tahun 2006, mungkin ia akan tetap dikenal sebagai kekasih artis cantik Titi Kamal. “Saya memang sudah main film sejak 2004 di Catatan Akhir Sekolah dan sejumlah iklan, tapi baru memutuskan terjun total ke dunia film usai kuliah,” jelas pria kelahiran 25 Februari 1981 ini. Tahun ini, karier pecinta travelling ini tengah berpijar terang. Sukses memerankan Doni si playboy di film laris Jomblo, diikuti kemunculannya dalam iklan Close Up versi peduli AIDS dan sinetron baru, Pengantin Remaja. “Tentu saja saya senang, pasalnya karya saya diapresiasi orang. Tapi lebih dari itu saya bangga karena orang mengenal saya lewat kerja saya, sebagai Christian Sugiono. Bukan sebagai pacar Titi Kamal,” tutur Christian tenang. Cowok blasteran Indonesia-Jerman ini punya cerita lucu seputar eksistensinya. Meski sudah main film, banyak orang kerap masih salah tanggap tentang dirinya. “Saya masih dihubung-hubungkan dengan Titi. Pernah ada ibu-ibu yang melihat saya dan menegur, ‘Pacarnya Titi Kamal, ya?’” Malu bercampur bete, Christian menegaskan, “Saya Christian!”
Dari peristiwa itu Chistian sadar, setiap orang punya karakter masing-masing. “Saya pikir orang yang tahu saya pastilah mereka yang mau bersusah payah nonton film saya di bioskop. Di mana cenderung anak muda yang menontonnya. Sedangkan penonton kita kebanyakan yang menonton sinetron,” jelas Christian. Karena itu Christian memutuskan menerima tawaran sinetron. “Tapi alasannya nggak semata itu. Saya juga mempertimbangkan cerita bagus, lawan main yang oke, dan PH yang bagus. Main sinetron itu sangat efektif untuk memperkenalkan sosok saya pada masyarakat yang bukan pecinta film saja. Dengan tampil di sinetron tercipta continuity penampilan. Jadi tetap eksis.”
Meski langsung mendapat peran yang cukup signifikan, Christian tak memasang target muluk-muluk. “Saya sih menjalani semua apa padanya. Selagi masih dipakai, saya akan terus memaksimalkan diri untuk berkarya. Kalau sudah tidak lagi, saya akan hidup dari kemampuan saya di bidang teknologi informasi,“ jelas anak ke-2 dari 3 bersaudara itu. Meski begitu ia nggak mau disebut aji mumpung atau jual tampang. “Saya sih berprinsip untuk tak mendengarkan kata orang. Memang sih ada kemungkinan pembuat film memasang saya karena tampang. Tapi pasti ada sesuatu yang lain dari diri saya,” tambah cowok yang akrab disapa Tian ini. Berikut petikan wawancara Christian saat ditemui Bintang di lokasi syuting Pengantin Remaja, Rabu (1/11) lalu.
Christian, banyak orang bilang, kamu lagi naik daun nih?
Dibilang naik daun, saya bersyukur. Sebenarnya hasil yang orang lihat sekarang di TV sudah saya kerjakan sejaklama. Misalnya Dunia Tanpa Koma, sudah lama sekali syutingnya. Close Up yang program AIDS dan sedang gencar-gencarnya muncul di TV juga sudah lama.
Kenapa merambah dunia sinetron?
Sejak main film Catatan Akhir Sekolah, sebenarnya saya sering mendapat tawaran sinetron. Hanya saya memikirkan beberapa faktor. Pertama saya masih tinggal di Jerman, kedua belum ada waktu. Sinetron 'kan syutingnya butuh waktu panjang. Sekarang saya sudah tinggal di sini, sudah syuting untuk 2-3 film. Kebetulan ada tawaran sinetron, perannya pas, ceritanya pas, lawan bagus, PH-nya juga oke, ya, saya terima. Orang mungkin menyangka kalau sudah main film, nggak mau main sinetron. Saya pikir itu klise. Kalau ada tawaran bagus, kenapa nggak? Alasan lain, saya ingin kerja. Kalau kita mau eksis, ya, harus muncul secara berkala.
Kalau melihat usia, terlambat nggak masuk dunia hiburan?
Saya sih nggak merasa telat. Saya awalnya nggak pengin terjun ke dunia hiburan. Kebetulan selesai kuliah di Jerman, dapat kesempatan, ya, saya terima. Tapi saya merasa ada untungnya juga. Ada orang yang memulainya di umur 14, 15, 16 tahun. Waktu SMA sibuk syuting. Baru umur 20-an sibuk kuliah, karena karier nggak bisa jalan. Saya merasa beruntung. Di umur saya yang “tua” ini, malah banyak muncul, hehehe.
Waktu SMA nggak tertarik jadi cover boy?
Nggak. Saya bukan orang yang suka tampil, kagok kalau bertemu orang baru. Tapi satu waktu ditawari jadi sampul majalah ABG. Dibawa ke sekolah, malu banget, diketawai teman-teman. Tapi lumayan dapat duit, bisa buat bensin. Saya dulu juga nge-band, di Photo Band. Saya pegang gitar memainkan lagu-lagu Brit pop, The Cure. Dulu ada Prambors Indie Lapan. Kami sempat bikin demo, mixing. Lumayan, masuk chart sampai nomor 2, selama dua minggu, sekitar 1996-1997. Bangga banget. Kami juga ikut ajang Tawuran Musik Levis, dapat juara 2. Lalu main di panggung-panggung Pensi, kecil-kecilan. Kebetulan film saya berikutnya, Dunia Mereka, tentang musik. Saya main band juga, senang banget.
Punya tampang Indo menguntungkan, ya?
Sementara ini saya memang menikmati keuntungan dari situ. Tapi orang nggak melihat, sebagai Indo, peran saya terbatas. Saya juga merasakan krisis identitas. Di Indonesia dibilang bule, di Jerman dibilang Asia. Saya ini sebenarnya siapa? Di sini saya merasa orang asing, di sana saya merasa orang asing. Susah memang, misalnya saat saya mau belanja di Roxy atau di mana pun, langsung dipasang harga turis.
Bagaimana rasanya dikenal sebagai pacar Titi Kamal semata?
Titi memang lebih dikenal orang terlebih dulu. Saat saya pulang ke Indonesia, saya sering jalan dengan Titi dan dilihat wartawan. Mereka jadi tahu, oh, ini pacarnya Titi. Belakangan masuk dunia hiburan, tetap tahunya saya pacar Titi. Makanya saat saya jalan, ibu-ibu tanya, pacar Titi Kamal, ya? Nama saya Christian, saya bilang begitu. Karena memang kenyataannya begitu.
Ada masa-masa pembuktian?
Kalau dari kalangan ABG sih tahu. Tapi ibu-ibu ‘kan lebih nonton sinetron, jadi tahunya saya pacarnya Titi. Mudah-mudahan setelah muncul di sinetron mereka akan menegur saya Christian ya? Hehehe.
Seberapa serius di dunia hiburan?
Saya tidak menjadikan dunia entertainment ini sebagai sandaran hidup. Selama masih dipakai, saya masih menikmati. Saya cari makan tak hanya dari sini saja, tapi dari IT yang saya kuasai juga.
Ilmu yang didapat di Jerman sudah diaplikasikan?
Saya ambil komputer di Hamburg sejak 1999. Suka banget yang berbau IT. Yang saya kerjakan itu mendesain web. Jadi selain syuting, saya dan teman punya studio web design. Saya programmer, teman saya desainer. Kami terima order bikin website. Sekarang masih jalan. Saat syuting 'kan saya bisa bawa lap top, bisa dikerjakan di lokasi syuting kalau jeda. Selesai, kirim lewat Internet.
Berniat punya website pribadi untuk memaksimalkan karier?
Website Titi pun saya yang buat. Tapi batasannya masih untuk orang, untuk diri sendiri belum karena merasa belum layak. Memang siapa sih saya, hehehe. Tapi saya sudah lihat-lihat di Internet, banyak berita tentang saya. Malah ada PH dari Malaysia yang berminat melihat profil saya.
Kalau peran, ada batasan?
Justru saya pengin dapat peran yang macam-macam. Biasanya malah peran yang ditawarkan itu-itu saja, peran playboy, tukang main cewek. Bosan. Saya punya prinsip, nggak mau memainkan peran yang sama. Jadi banci nggak masalah, seru juga. Peran ekstrem jadi pembunuh juga nggak apa-apa. Tapi saya menolak adegan ciuman. Saya nggak mau ciuman selain dengan pacar saya. Karena pacar saya juga punya prinsip begitu. Dan kami saling menghargai.
Bagaimana cara kamu menghadapi gosip?
Untungnya sebelum ke dunia entertainment saya sudah pernah kena gosip. Begitu ke sini, ya sudah terbiasa. Untuk klarifikasi gosip, saya mau. Tapi tambah-tambah itu saya nggak mau. Misalnya ada gosip nggak benar dan nggak perlu ditanggapi, cuekin saja. Nanti juga hilang.
Kadang artis pendatang baru justru memanfaatkan gosip demi karier
Saya ingin naik dengan berkarya. Kadang kepada wartawan saya bilang, jangan gosip dulu deh. Tapi ada yang bilang, ini ‘kan untuk promosi. Ya, bagaimana, tapi itu bukan cara saya.
Bosan nggak digosipkan itu-itu saja?
Kalau ditanya gosip tentang hubungan saya dengan Titi. Pernah pada satu titik saya nggak mau meladeni interview yang menghubung-hubungkan dengan Titi. Saya sudah punya karya dan membangun imej sendiri.
Karier kalian ‘kan lagi sama-sama naik, mau melanjutkan ke jenjang lebih serius nggak?
Kawin, serius sih. Tapi kapan dan bagaimana, belum ada gambaran. Kami masih inginkonsentrasi di karier. Setelah siap mental dan materi, baru kami pikirkan yang lebih serius lagi.
Apa proyek baru kamu sekarang?
Selain Dunia Mereka, Jakarta Undercover. Film itu sudah syuting Maret. Saya sebagai cameo, punya klub gay.
Sudah puas dengan pencapaian saat ini?
Orang nggak boleh bilang puas karena takut menghambat kreativitas. Waktu habis main CAS ‘kan saya langsung balik ke Jerman dan pamer ke teman-teman, eh, saya main film lho. Ternyata itu nggak ada apa-apanya. Sekarang pelan-pelan saya mulai perhitungkan. Dapat peran lebih besar, lebih besar lagi, lebih besar lagi.




he match more with VJ Rianty! hehe