
Agnes Monica Terus dan Terus
Agnes Monica. Ia yang tak pernah terbendung. Sulit sekali membicarakan nama Agnes tanpa berkisah soal prestasinya. Cantik dan penuh bakat. Jangan lupa, ia sangat energik di atas panggung. Bukan hanya karena kebeliaannya. Ia dikenal sebagai penyanyi dan segudang profesi lainnya yang cermat menjaga fisik. Disiplin hidup adalah salah satu kuncinya sejak kecil.
Latihan vokal terus dan terus. Latihan menari terus dan terus. Belum cukup, lintasan lari di Stadion Utama Senayan menjadi saksi kesungguhannya saat ia berlari tiga hingga empat kali seminggu. Latihan badminton dan ice skating tak pernah hilang dari agenda mingguannya.
Hasilnya bisa disaksikan saat ia tampil di depan penggemarnya. Bukan hanya tubuh yang sintal. Daya tahan luar biasa. Bergerak tanpa kenal lelah saat membawakan lagu dengan irama cepat dan riang. Agnes memang belia serba bisa. Jangan salahkan jika popularitas terus mengejarnya. Di mana pun ia berkiprah. Dunia tarik suara harus mengakui keandalannya. Dunia sinetron sulit menolak namanya.
Rabu malam, namanya kembali disebut. Sebagai Most Favorit Female dalam ajang MTV Indonesia. Lagunya yang berjudul Tak Ada Logika menumbangkan lagu-lagu terkenal yang dibawakan seniornya. Perhatikan saja para daftar nama nominator Most Favorit Female yang dikalahkan Agnes.
Dalam data tersebut terbaca nama penyanyi Titi DJ yang sering menjadi lomba menyanyi. Lagu yang dibawakan penyanyi berbibir menawan itu, Separuh Hidupku, seolah tidak berkutik berhadapan dengan suara Agnes. Nasib sama dialami Krisdayanti dengan lagu Mengenangmu, Sania lewat lagu Cintai Aku Lagi dan Shanti lewat lagu Tak Ada Lelaki Seperti Dia.
Lagu Tak Ada Logika, secara logika memang layak menang. Penonton MTV Indonesia 2006 sebagian besar adalah anak-anak muda. Secara logika masuk akal jika mereka mengirimkan pesan pendek dukungan untuk Agnes. Kemenangan Agnes juga logis mengingat kualitas suara dan gaya panggung gadis yang selalu sumringah itu.
Prestasi seolah sudah dituliskan mengiringi perjalanan putri pasangan Ricky Muljoto dan Jenny Siswono itu. Pada 1999 Agnes meraih penghargaan Panasonic Award versi pembaca acara anak-anak terbaik.
Usia bertambah, prestasi juga bertambah. Setelah sukses sebagai penyanyi cilik ia kemudian menjadi penyanyi remaja dan pemain sinetron. Pernikahan Dini bukan hanya menempatkan sinetron yang dibintanginya itu menjadi sinetron yang ditunggu. Sinetron itu pula yang mengukuhkan namanya sebagai pemain sinetron yang berakting dengan penuh penghayatan.
Pada 2003 dan 2004 nama Agnes hampir selalu muncul sebagai pemenang dalam berbagai kompetisi bergengsi. Mulai penghargaan Penyanyi Pop Wanita Terbaik (AMI), Duo Terbaik bersama Ahmad Dhani dan lagu Dance Terbaik untuk lagunya Bilang Saja.
Gadis kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986 silam ini juga ditahbiskan sebagai Penyanyi Pendatang baru Terbaik di Anugerah Planet Muzik (APM) Singapura tahun 2004. Album And The Story Goes tiga tahun lalu meraih double platinum.
Setelah itu ia menggebrak lewat album WHADDUP... A. Judul albumnya aneh. Menurut Agnes, judul album itu merupakan plesetan dari ada apa lagi dengan Agnes.
Lepas dari keanehan judul albumnya, penggemar Agnes semakin terpukau menikmati kekuatan syair ciptaan Melly Goeslaw, Yudis, Andi Rianto dan beberapa pencipta lagunya. Para musisi besar bangsa ini seperti Erwin Gutawa dan Addie MS dengan Victorian Philharmonic Orchestra-nya dengan senang hati mau bekerja sama dengannya.
Indonesia seolah terlampau sempit baginya. Tidak heran jika ia terus menyiapkan program untuk bersaing di tingkat internasional. Bukan hanya di wilayah Asia yang memang sudah mengetahui kualitas suara Agnes. "Saya terus mempersiapkan pogram go international," kata mahasiwi Universitas Pelita Harapan ini. [A-14]
Last modified: 10/11/06















