Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Indonesian worker killed by Israeli Mission
Asia Finest Discussion Forum > Asian Culture > Indonesian Chat > Indonesian Serious Talk
Nusantara
Indonesian worker killed by Israeli Mission in Lebanon

The Indonesian Foreign Affairs Ministry has confirmed that an Indonesian female worker was killed by Israeli missile in Lebanon, the Antara news agency reported on Wednesday

The Indonesian worker, 24, originally from Sukabumi, West Java, had been killed by Israeli missile while she and her Kuwaiti employers were on holiday in Lebanon, ministry's spokesman Desra Percaya said on Tuesday.

The ministry had instructed the Indonesian Embassy in Beirut to look for her body with the coordination of the Kuwaiti Embassy in Lebanon, the spokesman was quoted as saying.

Indonesian Ambassador to Lebanon Abdullah Syarwani and tens of Indonesian nationals have been evacuated from Lebanon to Syria due to the Israeli military aggression in Beirut and other cities.

Indonesia has decided to keep the embassy in Beirut open to anticipate evacuation of more Indonesian nationals, despite the worsening security situation in Lebanon following continuous attacks by Israel, which killed hundreds of people, including children and women.

Desra Percaya said that the Indonesian embassy has intensified communication to contact any Indonesians still staying in Lebanon to leave the country immediately.

Data from the Foreign Ministry showed that there were 75 Indonesians in Lebanon before the Israeli attacks, but most of them were evacuated recently.

The spokesman reiterated that Indonesia condemned the Israeli brutal attacks which have killed civilians.

Source: Xinhua
Kopassus
QUOTE(Nusantara @ Jul 26 2006, 01:19 AM) [snapback]2091080[/snapback]

Indonesian worker killed by Israeli Mission in Lebanon

The Indonesian Foreign Affairs Ministry has confirmed that an Indonesian female worker was killed by Israeli missile in Lebanon, the Antara news agency reported on Wednesday

The Indonesian worker, 24, originally from Sukabumi, West Java, had been killed by Israeli missile while she and her Kuwaiti employers were on holiday in Lebanon, ministry's spokesman Desra Percaya said on Tuesday.

The ministry had instructed the Indonesian Embassy in Beirut to look for her body with the coordination of the Kuwaiti Embassy in Lebanon, the spokesman was quoted as saying.

Indonesian Ambassador to Lebanon Abdullah Syarwani and tens of Indonesian nationals have been evacuated from Lebanon to Syria due to the Israeli military aggression in Beirut and other cities.

Indonesia has decided to keep the embassy in Beirut open to anticipate evacuation of more Indonesian nationals, despite the worsening security situation in Lebanon following continuous attacks by Israel, which killed hundreds of people, including children and women.

Desra Percaya said that the Indonesian embassy has intensified communication to contact any Indonesians still staying in Lebanon to leave the country immediately.

Data from the Foreign Ministry showed that there were 75 Indonesians in Lebanon before the Israeli attacks, but most of them were evacuated recently.

The spokesman reiterated that Indonesia condemned the Israeli brutal attacks which have killed civilians.

Source: Xinhua

Dari dulu Israel musuh kita, and they will always be....
Nusantara
QUOTE(Kopassus @ Jul 26 2006, 02:49 AM) [snapback]2091429[/snapback]

Dari dulu Israel musuh kita, and they will always be....

Indonesia already condemned Israel agreesion toward Lebanon. I just read on the news Israel just made aerial attacked on United Nation lebanon office which killed 4 UN observer. I don't know what the heck is in their mind attacking clearly marked UN post? I think they did this to make "safe face" exit from Lebanon because they could not stand any longer against the stubborn hezbullah so they would not lose the face.
GluTTony
^^ oh man you here again cry2.gif it was fun without you here icon_smile.gif
purnomor
QUOTE(GluTTony @ Jul 26 2006, 03:13 AM) [snapback]2091511[/snapback]

^^ oh man you here again cry2.gif it was fun without you here icon_smile.gif


True beerchug.gif
Nusantara
My condolence to the family...
Indonesian worker abroad are true hero their remittance coming to Indonesia in million of $US every year.

The dead worker was 24-year-old Siti Maemunah binti Muhtar Bisri originally from Sukabumi, West Java, had been killed by Israeli missile while she and her Kuwaiti employers were on holiday in Lebanon

http://www.antara.co.id/en/seenws/?id=17079
tangawizi
How does Indonesian Sunni view the Hezbollah? Do you admire them for their guts or are you baffled as to why they wanna destroy their own country in face of Israeli's disproportionate use of force? Are Indonesian muslims taking seriously the call for Zionist crusade by Al Queda?
Nusantara
QUOTE(tangawizi @ Jul 28 2006, 12:56 PM) [snapback]2099145[/snapback]

How does Indonesian Sunni view the Hezbollah? Do you admire them for their guts or are you baffled as to why they wanna destroy their own country in face of Israeli's disproportionate use of force? Are Indonesian muslims taking seriously the call for Zionist crusade by Al Queda?

I don't think sunni and syah such as big difference, they use same holy book, same pray toward Makkah and do haj. Its more in political where Syiah believe in Imam to consult when they are stuck on something debateable or argueable while Sunni do not have Imam, AFAIK.
Kopassus
Sabtu, 29 Juli 2006

Israel Kerahkan Pasukan Cadangan

Israel Kewalahan, ubah strategi; utamakan gempuran udara.


BEIRUT -- Sudah 17 hari mesin-mesin perang Israel meneror wilayah Lebanon. Namun, gempuran pasukan tempur Zionis dari udara, laut, dan darat itu seolah hanya membentur ruang hampa. Alih-alih pejuang Hizbullah mengibarkan bendera putih tanda menyerah, mereka justru memperlihatkan semangat juang yang tak kenal menyerah.

Meski sidang darurat Kabinet Israel pada Kamis (27/7) memutuskan untuk tidak memperluas serangan, namun tiga brigade pasukan cadangan, setara dengan 15 ribu hingga 30 ribu personel, bakal dikerahkan ke medan perang. Mereka akan membantu pasukan tempur sebelumnya yang tak juga berhasil melumpuhkan pejuang Hizbullah di selatan Lebanon.

Sidang itu digelar setelah sehari sebelumnya Israel kehilangan sembilan serdadunya dan mencederai 27 lainnya saat menggempur Bint Jbail, pusat kota pejuang Hizbullah. Menghindari korban lebih besar, mereka akan mengutamakan gempuran dari udara.

Sejumlah pengamat politik Timur Tengah menilai perubahan strategi militer Israel itu mencerminkan kekagetannya menghadapi perlawanan sengit yang dipertontonkan Hizbullah. Keputusan itu juga diyakini terpaut erat dengan pernyataan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrullah, Selasa (25/7), bahwa mereka baru memasuki fase baru pertempuran setelah Haifa. Israel mengartikan, Hizbullah akan meluncurkan roket jarak jauhnya ke Tel Aviv, jantung Israel.

Menghindari ancaman ini, Israel memasang kembali sistem pertahanan antirudal Patriot di utara Tel Aviv, yang kali terakhir dipakai ketika AS hendak menginvasi Irak tahun 2003. Namun, dipercaya sistem itu hanya mampu menangkal misil jarak jauh, tapi tidak untuk roket Katyusha yang berjarak pendek, yang selama ini menghantam Israel.

Sepanjang Kamis malam hingga Jumat (28/7), beratus-ratus kilogram bom telah dijatuhkan di bumi Lebanon, meski desakan gencatan senjata terus menguat. Jet-jet tempur negara haus darah itu diberitakan menghantam 130 lokasi di Lebanon, termasuk markas Hizbullah di Lembah Bekaa dan Meidoun, kota di timur Lembah Bekaa. Dalihnya, Hizbullah telah menimbun roket jarak jauh mereka di suatu tempat di lembah tersebut.

Di Kota Bint Jbail, pertempuran sporadis terus berlangsung. Diuntungkan karena menguasai dua kawasan perbukitan, Israel merasa di atas angin dengan membombardir 140 roket ke Desa Yataroun. Misi PBB di Lebanon (UNIFIL) menyebutkan, meski kewalahan, Israel masih bertahan di Maroun Al-Ras, Bint Jbail, serta Yataroun tengah.

Makin tak terarah, di Kfar Joz, Nabatiyeh, Lebanon selatan, gempuran Israel malah mengenai Hussam Abu Shamet, warga Yordania, hingga gugur dan mencederai empat anak wartawan Lebanon, Ali Dawoud. Di Desa Deir Aamiss, Tyre, pasangan warga Lebanon gugur dan empat anak mereka cedera.

Seolah tak berdaya menghadapi keganasan Israel, Ghassan Farran, dokter yang juga kepala organisasi kebudayaan di Tyre, menilai negara adidaya AS hanya mengirimi mereka bom dan peluru kendali. ''Lihat apa yang diberikan AS kepada kami,'' kata Farran di depan puing bangunan apartemen enam lantai yang ditinggalinya.

Sementara pejuang Hizbullah terus meluncurkan roket-roket ke utara Israel. Sumber militer Israel mengakui sepuluh roket di antaranya melesak di Kota Ma'alot, Karmiel, dan Safed. Namun, seperti biasa, tak dilaporkan ada korban jiwa.

Israel, kata Menlu Finlandia, Erkki Tuomioja, telah salah membaca hasil pertemuan Roma. Meski tak menghasilkan gencatan senjata akibat veto AS, pertemuan Roma itu tak berarti mendukung agresi militer Israel di Lebanon.

Latar
* Sampai kini sudah 438 warga sipil Lebanon gugur sejak pecah pertempuran. Namun Menkes Lebanon menyatakan Israel telah menewaskan 600 warga Lebanon.
* Di pihak Israel, 33 serdadu Israel terbunuh dan 19 warga Yahudi tewas. Israel juga mengklaim 200 pejuang Hizbullah gugur.
Kopassus
Serangan Terjadi Sesaat Setelah Menlu AS Datang ke Timur Tengah
Israel Garang, 56 Tewas Dibom

QANA, (PR).-
Sedikitnya 56 orang tewas, 34 di antaranya anak-anak, ketika pesawat tempur Israel membombardir Qana, Lebanon selatan, Minggu (30/7) dini hari. Regu penyelamat yang hanya menggunakan tangan kosong, sibuk menyingkirkan puing-puing untuk mencari korban yang selamat dari serangan Israel.

Serangan dilakukan tidak lama setelah Menlu AS Condoleezza Rice datang ke Timur Tengah untuk memulai kembali babak baru diplomasi dalam mengakhiri konflik berdarah di kawasan itu. "Sedikitnya 56 orang tewas, termasuk 34 anak," kata Salam Daher, seorang Kepala Pertahanan Sipil di kawasan itu.

Menurut Ibrahim Shalhoub (26), pengeboman begitu intensif sehingga banyak yang tidak sempat melarikan diri dan tewas. "Saya berhasil lari ke luar gedung dan sesaat kemudian bangunan itu roboh. Saya memiliki beberapa anggota keluarga dalam bangunan itu. Mungkin mereka semuanya tidak akan selamat," kata Ibrahim.

Serangan udara besar-besaran Israel dilakukan terhadap Lebanon bertujuan untuk menumpas para pejuang kelompok Syiah, Hizbullah. Para saksi mata mengatakan, 63 orang bersembunyi di bangunan perlindungan bawah tanah. Petugas penyelamat dan para penduduk mencari orang-orang yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.

AFP melaporkan, tubuh-tubuh berdarah dan berdebu kaum wanita dan anak-anak, berhasil diangkat dari reruntuhan. "Saya tadi membawa anak dan suami saya yang terluka. Namun ketika saya datang kembali karena harus membawa anak perempuan saya, mereka sudah tertimbun bangunan yang ambruk," kata Rahba sambil menangis.

Pengeboman pertama pada hari ke-19 kemarin, dilakukan Israel pada pukul 1.00 waktu setempat. Beberapa orang lari menyelamatkan diri ke dalam perlindungan dan kira-kira 10 menit kemudian, pengeboman kedua menghancurkan beberapa bangunan lainnya. "Ada 63 orang di dalam perlindungan itu," kata Ghazi Asidibu, seorang penduduk.

Setelah pengeboman, debu beterbangan di mana-mana. "Kami tidak bisa melihat. Saya berusaha keluar dan semuanya sudah hancur. Saya memiliki beberapa anggota keluarga di dalam. Saya rasa tidak ada yang hidup," kata seorang tetangga Asidibu.

Serang markas PBB

Sementara itu, massa di Beirut melampiaskan amarah dan kekesalannya kepada PBB yang dipandang tak berdaya untuk menghentikan kebrutalan Israel. Mereka menyerang dan menghancurkan markas PBB di Beirut, setelah Israel menyerang Qana di Lebanon.

Massa pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah gedung markas PBB serta menghancurkan jendela dan gerbang utama gedung itu. Para pemrotes juga membakar dan menghancurkan furnitur di dalam bangunan itu. Massa juga berteriak dan mendesak agar Dubes AS Jeffrey Feltmen untuk keluar. "Feltmen keluar!" demikian permintaan massa pengunjuk rasa.

Seorang karyawan PBB mengatakan, staf PBB lainnya yang berada di gedung itu telah mengungsi ke ruang bawah tanah. Seorang wakil Sekjen PBB Kofi Annan di Lebanon, Geir Petersen, Minggu (30/7), mengatakan dirinya sangat terkejut dan sedih atas tewasnya puluhan warga sipil termasuk anak-anak di Qana.

Namun Israel menolak bertanggung jawab atas kematian penduduk sipil di Qana. Pihak Israel hanya berdalih bahwa kelompok Hizbullah-lah yang patut dikecam sebab menggunakan desa itu sebagai tempat peluncuran roket. "Hizbullah menggunakan Qana sebagai basis untuk meluncurkan roket-roketnya," kata juru bicara militer Israel, Jacob Dalal kepada AFP.

"Di Qana kami menyerang tempat yang menembakkan roket ke Narariya, dan Galilee," kata Dalal menjelaskan dua kota yang berada di utara Israel yang diserang roket Hizbullah.

Qana merupakan tempat di mana Israel mengebom pangkalan PBB pada 18 April 1996 yang menewaskan 105 pengungsi warga Lebanon yang mengungsi selama Israel melancarkan serangan ke wilayah tersebut. Serangan saat itu, juga ditujukan untuk menumpas Hizbullah.

Menlu AS Condoleezza Rice mengaku sangat sedih atas jatuhnya korban tidak berdosa di Qana. Ia telah berbicara dengan PM Lebanon, Fuad Siniora bahwa dirinya akan menangguhkan kunjungannya ke Beirut, Minggu (30/7). Ia berencana berada di Jerusalem, dan berusaha mengakhiri pertempuran tersebut.

"Kami mendesak segara diakhiri permusuhan saat ini dan akan meninjau bagaimana menyelesaikan perbedaan kedua belah pihak," katanya.

Kecaman internasional

Masyarakat internasional mengecam pengeboman itu. Raja Abdullah dari Yordania menyebut serangan itu sebagai kejahatan terburuk dan pelanggaran berat hukum internasional. Presiden Prancis, Jacques Chirac tidak dapat menerima, dan menunjukkan perlunya gencatan senjata segera. Paus Benediktus juga menyerukan gencatan senjata.

Menteri Lebanon, Fuad Siniora mengatakan akan mengadakan pembicaraan untuk menyelesaikan krisis Timur Tengah sebelum ada gencatan senjata internasional. (Rtr/AP/AFP/net/A-43)***
 
jason76
QUOTE
How does Indonesian Sunni view the Hezbollah? Do you admire them for their guts or are you baffled as to why they wanna destroy their own country in face of Israeli's disproportionate use of force? Are Indonesian muslims taking seriously the call for Zionist crusade by Al Queda?


good question!
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.
Invision Power Board © 2001-2013 Invision Power Services, Inc.